Di suatu tempat di Denia, Negi dan Ed (baca bag.6-7) tengah bercakap-cakap
Negi : Aku akan menghajar seseorang (mengayunkan pedang sambil bersungut-sungut)
Ed : Hah ? Siapa ? Armada Tantra ?
Negi : Bukan…penulis cerita ini..
Ed : (terperanjat) Jangan sembarangan ! Kita bisa dihapus nanti !
Negi : Biar saja ! Dia seenaknya menjadikan kita sebagai figuran (mengayunkan pedang lebih kuat)
Ed : (manggut-manggut) Hmm, benar juga, kita cuma muncul sebentar di cerita…
Negi : Kau masih untung. Sedangkan aku, muncul sekali dan langsung terluka ! Itu tidak keren ! (pedangnya terlempar tak sengaja dan mengenai kepala seseorang)
Kepala Lance (baca bag.7-8) penuh darah karena terkena pedang Negi.
Lance : Kurang ajar ! Dasar kalian figuran…rasakan ini !! (marah dan menembakkan panahnya)
Negi & Ed : Tidaaak !!! (lari terbirit birit dengan pantat yang ditancapi panah)
Lance : Ha ha ha !!!
Mira dan Kiel (baca bag.3-5) datang.
Mira : Hei, kau ! Jangan merendahkan figuran, ya !
Lance : Lho… kalian sendiri kan cuma tampil sesaat ? Ha ha ha…
Mira : Brengsek ! Kiel, hajar dia !
Kiel : Baik ! Rasakan ini ! (melempar Lance dengan papan tulis)
Duaagg !!!
Lance : … (pingsan dengan benjolan besar di kepalanya)
Mira & Kiel : Ha ha ha !!!
Bu Guru Molly (baca bag.2) muncul.
Molly : Woi !! Siapa yang mengambil papan tulis di kelasku !! (menyingsingkan lengan bajunya)
Kiel : (mengacungkan jari dengan wajah tak berdosa)
Molly : Dasar pencuri !! (melempari Mira dan Kiel dengan bangku-bangku kelas)
Dar-dar-dar
Mira : Aduuuh ! Kiel ! Apa yang sudah kau lakukan ?! (lari menghindar)
Kiel : Maaaaf ! Aku hanya iseng mencuri tadi ! (lari menghindar…juga)
Lemparan Molly makin Hebat. Dar-dar-dar-dar
Mira & Kiel : Aarrgh ! (keduanya pingsan di kejauhan, tertimpa tumpukan bangku kelas)
Molly : Ha ha ha ha !! Akulah figuran terkuat !!
Entah bagaimana, Deizer, sang anima banteng, (baca bag.9) meloncat turun dari ketinggian.
Buumm !!
Molly : Eekkkk ! (pingsan terbenam di dalam tanah karena terinjak kaki Deizer yang besar)
Deizer : Uups, maaf… apa yang terjadi… terjadilah. (dengan nada arif bijaksana)
Tiga naga kecil (baca bag.10) jalan berbaris menghampiri Deizer
Deizer : Ada apa, makhluk kecil ? (tetap dengan nada arif bijaksana)
3 naga kecil : Woooshh !! (bersama-sama menyemburkan api ke tubuh Deizer)
Deizer : Orang yang kuat tak mengenal rasa sakit (dengan tenang berjalan pergi…badannya hangus terbakar api)
3 naga kecil : Ki ki ki ki !!! (tertawa terbahak-bahak)
Babi hutan (baca bag.10) muncul.
Babi hutan : Groook ! (mendengus sambil berancang-ancang)
3 naga kecil : …(saling berpandangan)
Babi hutan : Groook !!! (lari…mengejar)
3 naga kecil : Ki ki ki ki (lari…dikejar)
Si penulis cerita muncul, mencari sesuatu.
Penulis cerita : Wooooi !!! Para figuran ceritaku !!! Kalian ada di mana ?!!
Semua tokoh : BERISIK !! Dasar penulis cerita kurang ajar !! Rasakan ini !! (bersama-sama melemparkan laptop raksasa)
Penulis cerita : Eekkkkk !!! (bangun…karena diinjak-injak teman kosnya yang iseng)
Selesai (?)