Suatu hari Clay berkunjung ke perpustakaan pusat Denia. Ia bertemu dengan Guru Besar Pareseus. Ini adalah percakapan di antara mereka.
Clay (C) : “Guru Besar Pareseus…kau sedang sibuk ?”
Pareseus (P) : “Yaaa…”(membaca buku)
C : “Bolehkah aku bertanya sesuatu ?”
P : “Extrema…apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” (menutup bukunya)
C : “ Mengapa kau suka membaca ?”
P : “ Aku tidak suka… aku hanya, mencintainya…ha ha ha” (tertawa)
C : “ Apa kau bisa tahu segalanya hanya dengan membaca ?”
P : “Tentu saja tidak…Extrema…setiap kali kau membaca, kau akan sadar bahwa kau menjadi semakin bodoh.”
C : (Bingung) “Tapi aku sudah bodoh…lalu kapan aku bisa pandai ?”
P : (Hanya terdiam) “ … ”
C : “Guru, siapa yang paling pandai di dunia ini ?”
P : “ Ada 3…yang pertama Zellion Sang Superian…”
C : “Lalu ?”
P : “ Yang kedua…tentu saja…Aku..ha ha ha !!” (tertawa keras)
C : “Yang ketiga ?”
P : “Ketiga ? Aku tidak pernah menyebutkan ada yang ketiga..tidak ada yang pandai lagi selain kami berdua…ha ha ha !!” (tertawa lebih keras)
C : (Bingung lagi) “???”
P : “Bagaimana…ada yang ingin kau tanyakan lagi ? Si tua Pareseus ini akan menjawab segalanya…”
C : “Hmm….aku ingin tahu tentang…oh iya, seberapa besar planet Eternia ini sebenarnya ?”
P : “Pertanyaan menarik…planet ini besarnya kira-kira seperduapuluh Bintang Ashura…”
C : “Memangnya sebesar apa Bintang Ashura ?”
P : “Kira-kira dua ratus kali Satelit Lianna (sebutan bulan Eternia)”
C : (Mengangguk, pura-pura mengerti) “ Hmm… lalu, apakah ada planet lain yang berpenghuni, selain Eternia ?
P : (Mengernyitkan dahi) “Tentu saja ada…”
C : “Apakah ada di antara mereka yang juga makhluk pandai ?”
P : “Extrema…semua makhluk pasti diberkati dengan kepandaian dan kemampuannya sendiri…Extrema…”
C : “Apakah mereka…mungkin lebih pandai daripada Guru Pareseus ?”
P : “Extrema…tentu saja tidak, anak muda…Sudah kukatakan tadi, tidak ada yang lebih pandai daripada aku selain Zellion Agung, ha ha ha…” (tertawa sangat keras)
C : “Kenapa kau bisa yakin, Guru ? Bukankah kau belum pernah pergi ke planet lain ?”
P : “ Tentu saja aku yakin… Extrema… karena aku tahu bahwa mereka ada…sedangkan mereka tidak tahu bahwa aku ada… ha ha ha ” ( tertawa amat sangat keras)
Clay semakin bingung. Sejak itu ia malas bertanya pada Pareseus lagi.