Eternia, Kehancuran, dan Harapan
“ Dunia ini dinamai Eternia. Tempat di mana kekuatan dan kehormatan menjadi hal yang teramat penting bagi mereka yang dielu-elukan sebagai raja. Tempat di mana kedamaian dan peperangan bagaikan pagi dan malam, selalu bergantian. Tempat yang menyerupai surga sekaligus neraka bagi mereka yang menempatinya. Tempat di mana Zellion Agung disembah sebagai sang pencipta, dan Zeremir disembah sebagai sang penghancur. Enam benua terpisahkan oleh lautan besar Ardallea , yaitu : Nesterial, Aezerial, DeRozzial, Garderial, Unorial, dan Senterial.
Berbagai makhluk hidup; baik manusia, anima, binatang, bahkan monster hidup di Eternia. Makhluk yang mendominasi adalah Celestian, yaitu kaum manusia yang dengan segala kecerdasannya telah menggoreskan berbagai bentuk kebudayaan di Eternia. Merekalah yang menguasai hampir segala aspek kehidupan di tiap benua. Konon, leluhur dari ras Celestian ini diyakini sebagai keturunan langsung dari Zellion Agung.Dua jenis makhluk lain yang penting adalah Emerzian dan Baste. Emerzian adalah sebutan untuk manusia yang dilahirkan dengan 4 lengan dan kemampuan fisik yang lebih unggul ketimbang Celestian. Makhluk berikutnya, Baste adalah salah satu jenis anima (manusia setengah binatang) berupa manusia singa. Jumlah mereka memang lebih kecil daripada 2 ras lainnya. Tapi mereka memiliki kemampuan rahasia yang membuat mereka mampu bersaing dengan kedua ras lainnya. Selain ketiganya, masih terdapat beberapa makhluk lain yang hidup bersama dalam komunitas maupun memilih untuk menyendiri. Mereka adalah makhluk manusia dan anima lainnya. Keberadaan mereka hanyalah minoritas dan hidup di bawah bayang-bayang kaum makhluk yang lebih besar.
Tiap benua terbagi menjadi beberapa kerajaan, kecuali Senterial, satu-satunya benua di Eternia yang tidak memiliki kerajaan. Benua ini adalah benua perjanjian antara surga dan neraka. Jalan menuju Gallerial, negeri para Zellion Agung Sang Superian dan para Guardian-nya juga terdapat di sini.
Kerajaan-kerajaan hidup dengan kebudayaan yang beraneka ragam di dalamnya. Keyakinan, pendidikan, kesenian, dan perdagangan adalah beberapa aspek penting bagi makhluk yang tinggal di dalamnya. Ada satu hal lagi yang yang selalu menghiasi kehidupan di Eternia. Perang. Masalah keyakinan, prinsip, harga diri, dan terutama kekuasaan serta kekayaan selalu menjadi tema dari perang yang terjadi. Ironis memang. Dunia yang disebut-sebut sebagai Kedamaian Abadi ini justru terkadang terasa kelam…dengan kehidupan yang terbuang sia-sia di atas perang yang kejam.
Ini adalah tahun 901 Eternia. Tahun yang sangat penting di mana peringatan 500 tahun Perang Merah akan dirayakan. Kenapa sangat penting ? Perang Merah adalah kejadian yang selalu diperingati tiap tahunnya. Perang ini terjadi 500 tahun yang lalu. Dan tidak main-main. Hampir seluruh kerajaan di Eternia terlibat dalam perang ini. Pemicu dari perang ini masih diperdebatkan hingga sekarang. Masalah pelanggaran kekuasaan wilayah sepertinya hanya menjadi sebab kedua. Beberapa kaum terpelajar menduga penyebab sebenarnya dari perang yang memakan korban tak terhitung ini adalah pembunuhan putra tunggal Raja Arden, yang memerintah Kerajaan Denia di benua Aezerial, oleh orang-orang Kerajaan Lioria di benua Garderial.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan kejadian berdarah tersebut berulang lagi. Karena itu tiap tahun selalu diadakan perayaan yang bertujuan memohon kepada Zellion Agung agar kedamaian selalu menyertai Eternia. Dan angka 500 dianggap sebagai angka yang penting karena angka ini adalah jumlah dari satu kelompok pasukan, yang dianggap sangat berjasa dalam mengakhiri Perang Merah. Pasukan tersebut dikenal dalam sejarah Eternia sebagai Ratusan Bintang Eternia.
Namun kekuatan-kekuatan jahat terus lahir dan berkembang di Eternia. Seakan tak perduli akan makna kehidupan. Tak ada yang mampu mencegahnya. Mereka hidup dan masuk ke segala aspek kehidupan, menggerogoti Eternia dari dalam.Tiap negeri terus berusaha menekan kekuatan jahat tersebut agar tidak menguasai Eternia seutuhnya.
Di balik semua itu, selalu ada harapan. Dan selalu ada kehidupan yang lebih baik karena harapan tak pernah meninggalkan benak mereka yang telah mengorbankan diri mereka agar bintang terus menghiasi langit. Mereka inilah yang disebut pahlawan.”